Pemerintah Desa Kebonharjo terus berupaya meningkatkan kemampuan dan kapasitas kader kesehatan agar mampu mengikuti perkembangan zaman, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 26 September 2026.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 WIB sampai selesai, bertempat di Aula Balai Desa Kebonharjo. Kegiatan diikuti oleh kader kesehatan Desa Kebonharjo dengan menghadirkan Bidan Desa Kebonharjo, Endah Meyliana, Amd.Keb., dan praktisi pendidikan, Zuhria Firdausie, S.Pd., sebagai narasumber.
Berbeda dengan kegiatan peningkatan kapasitas sebelumnya, pada kesempatan kali ini kader mendapatkan materi mengenai literasi digital. Materi tersebut diberikan sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan sistem kerja yang saat ini semakin banyak memanfaatkan teknologi.
Perkembangan teknologi digital telah masuk ke hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam pelayanan kesehatan di tingkat desa. Berbagai kegiatan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini mulai beralih menggunakan perangkat dan aplikasi digital.
Kader kesehatan sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat juga tidak lepas dari perubahan tersebut.
Dalam menjalankan tugasnya, kader tidak hanya berhadapan dengan masyarakat secara langsung, tetapi juga berkaitan dengan kegiatan pendataan, dokumentasi, penyampaian informasi, serta pelaporan kegiatan.
Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi digital menjadi salah satu keterampilan yang semakin penting bagi kader.
Melalui kegiatan ini, kader diperkenalkan bahwa literasi digital bukan hanya tentang bisa menggunakan telepon pintar atau membuka aplikasi. Lebih dari itu, literasi digital berkaitan dengan bagaimana seseorang dapat menggunakan teknologi secara tepat, aman, bertanggung jawab, dan bermanfaat untuk menunjang pekerjaan.
Dalam kegiatan tersebut dijelaskan bahwa digitalisasi dapat membantu kader dalam berbagai aktivitas pelayanan kesehatan.
Salah satunya adalah dalam hal pendataan. Data kesehatan masyarakat perlu dikelola dengan baik karena menjadi salah satu dasar dalam mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Dengan sistem digital, data dapat disusun secara lebih terstruktur dan diperbarui ketika terdapat perubahan. Kader juga dapat bekerja dengan data yang sama tanpa harus membuat catatan baru secara berulang.
Penggunaan teknologi juga dapat membantu proses dokumentasi kegiatan. Foto kegiatan Posyandu, kegiatan penyuluhan, maupun kegiatan kesehatan lainnya dapat disimpan secara digital sehingga lebih mudah ditemukan ketika diperlukan.
Namun demikian, kemudahan teknologi juga harus diikuti dengan sikap teliti dan bertanggung jawab. Data yang dikelola kader dapat berisi informasi pribadi masyarakat sehingga tidak boleh dibagikan secara sembarangan.
Kader perlu memahami bahwa semakin mudah sebuah data disimpan dan dibagikan secara digital, semakin penting pula menjaga keamanan dan kerahasiaannya.
Tidak hanya mendapatkan materi, kader juga diajak untuk langsung mempraktikkan penggunaan teknologi digital.
Salah satu praktik yang dilakukan adalah mengunggah foto ke Google Drive.
Kader belajar bagaimana memilih foto dari perangkat, mengunggahnya ke penyimpanan digital, serta memahami pentingnya menyimpan dokumentasi secara terorganisasi.
Praktik tersebut menjadi pengalaman penting karena dokumentasi kegiatan kader selama ini sebagian besar tersimpan di telepon genggam masing-masing.
Dengan memanfaatkan penyimpanan digital, dokumentasi kegiatan dapat dikelola dengan lebih rapi dan tidak hanya bergantung pada penyimpanan di satu perangkat.
Kader juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membuat folder dan menyimpan file sesuai dengan kegiatan maupun waktu pelaksanaannya. Dengan demikian, ketika dokumentasi dibutuhkan untuk laporan atau keperluan administrasi desa, file dapat ditemukan dengan lebih mudah.
Selain belajar menyimpan dokumentasi, kader juga mendapatkan praktik input data menggunakan spreadsheet.
Spreadsheet diperkenalkan sebagai salah satu sarana yang dapat membantu kader dalam melakukan pendataan secara digital. Kader belajar memasukkan data sesuai dengan kolom yang telah disediakan dan memahami cara menggunakan dokumen bersama secara lebih tertib.
Bagi kader yang sebelumnya terbiasa melakukan pendataan menggunakan kertas, penggunaan spreadsheet menjadi pengalaman baru.
Karena itu, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan praktik langsung. Dengan cara tersebut, kader dapat mencoba sendiri bagaimana cara memasukkan data dan memahami fungsi dasar spreadsheet.
Praktik langsung juga diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran kader ketika harus berhadapan dengan aplikasi atau sistem digital.
Digitalisasi dalam pelayanan kesehatan desa pada dasarnya bukan untuk menggantikan peran kader.
Sebaliknya, teknologi diharapkan menjadi alat bantu agar kader dapat menjalankan tugas dengan lebih mudah dan terorganisasi.
Kader tetap memiliki peran penting karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kader mengetahui kondisi lingkungan, mengenal warga, dan menjadi salah satu penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan serta pemerintah desa.
Teknologi dapat membantu pekerjaan administratif dan pendataan, tetapi hubungan langsung dengan masyarakat tetap menjadi bagian penting dari tugas kader.
Dengan memadukan pengalaman kader di lapangan dan kemampuan memanfaatkan teknologi, pelayanan kesehatan di tingkat desa diharapkan dapat berjalan semakin baik.
Kegiatan peningkatan kapasitas ini menjadi salah satu langkah Desa Kebonharjo dalam mempersiapkan kader kesehatan menghadapi perubahan pola kerja di era digital.
Kader tidak dituntut langsung menjadi ahli teknologi. Yang lebih penting adalah memiliki kemauan untuk belajar dan terbiasa menggunakan teknologi dalam kegiatan sehari-hari.
Kemampuan sederhana seperti menyimpan foto, mengunggah dokumentasi ke Google Drive, maupun melakukan input data di spreadsheet merupakan keterampilan dasar yang dapat dikembangkan secara bertahap.
Dengan semakin sering melakukan praktik, kader diharapkan semakin percaya diri dalam menggunakan perangkat digital.
Selain kemampuan teknis, kader juga perlu memahami pentingnya ketelitian dalam memasukkan data. Kesalahan dalam penulisan nama, alamat, tanggal lahir, maupun data lainnya dapat memengaruhi ketepatan informasi yang digunakan dalam pelayanan.
Oleh karena itu, digitalisasi juga membutuhkan budaya kerja yang teliti, disiplin, dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan ini, Pemerintah Desa Kebonharjo berharap kader semakin siap menghadapi perkembangan teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Materi yang disampaikan oleh Endah Meyliana, Amd.Keb. dan Zuhria Firdausie, S.Pd. memberikan pemahaman bahwa perkembangan teknologi perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia.
Kegiatan yang dilanjutkan dengan praktik langsung menggunakan Google Drive dan spreadsheet juga menjadi langkah awal agar kader tidak hanya mengetahui teori, tetapi mampu menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari.
Ke depan, kemampuan tersebut dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan dan pendataan di Desa Kebonharjo.
Digitalisasi diharapkan dapat membantu menciptakan pendataan yang lebih tertib, dokumentasi yang lebih rapi, komunikasi yang lebih efektif, serta pelayanan kesehatan masyarakat yang semakin terorganisasi.
Dengan kader yang terus belajar dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, Desa Kebonharjo diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus membangun tata kelola kegiatan kesehatan yang semakin tertib di era digital.

Dipost : 28 September 2026 | Dilihat : 37
Share :